Warga Desak Penyelesaian Sengketa Lahan dengan PT Agro Indomas: Pemerintah Kecamatan Diharap Turut Fasilitasi Dialog

Warga Desak Penyelesaian Sengketa Lahan dengan PT Agro Indomas: Pemerintah Kecamatan Diharap Turut Fasilitasi Dialog

Warga Desak Penyelesaian Sengketa Lahan dengan PT Agro Indomas: Pemerintah Kecamatan Diharap Turut Fasilitasi Dialog

Seruyan, Kalimantan Tengah | cakrawalamentayanews

Warga masyarakat yang terdampak konflik lahan dengan PT Agro Indomas kembali menyuarakan aspirasi mereka untuk menyelesaikan sengketa yang telah berlangsung lama secara terbuka dan adil. Dalam pertemuan informal yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan warga menegaskan keinginan agar pemerintah kecamatan memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak tanpa adanya tekanan maupun intervensi dari pihak mana pun.

Salah satu perwakilan masyarakat menyampaikan bahwa warga siap hadir kapan pun dan di mana pun jika ada undangan resmi dari pihak kecamatan. Namun, kehadiran mereka bukan dalam rangka mediasi ulang, melainkan untuk mencari titik tengah dan solusi penyelesaian secara terbuka berdasarkan fakta dan dokumen yang telah dimiliki masyarakat sejak mediasi pertama hingga mediasi keempat yang pernah dilakukan sebelumnya.

“Kami siap hadir kalau memang ada undangan resmi dari kecamatan. Tapi bukan untuk mediasi ulang. Kami ingin bertemu dan berbicara secara baik-baik, mencari solusi yang nyata. Semua data dan bukti sudah kami serahkan sejak mediasi pertama sampai terakhir,” ujar salah satu tokoh warga.

Warga juga menegaskan bahwa mereka tidak menolak investasi perusahaan, namun menuntut agar hak-hak mereka atas lahan yang selama ini dikelola secara turun-temurun tetap dihormati. Beberapa warga menyebutkan bahwa sebagian lahan tersebut telah dikuasai perusahaan tanpa ganti rugi yang layak, sehingga menimbulkan keresahan sosial di lapangan.

Sementara itu, perwakilan kecamatan dalam kesempatan berbeda menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pertemuan terbuka antara masyarakat dan PT Agro Indomas, dengan catatan bahwa pertemuan tersebut bertujuan mencari penyelesaian damai dan bukan dalam konteks sengketa hukum formal.

“Kami siap hadir untuk memfasilitasi dialog yang sehat antara kedua pihak. Prinsipnya, mencari solusi yang terbaik bagi masyarakat dan perusahaan,” ujar salah satu pejabat kecamatan.

Sengketa lahan antara warga dengan PT Agro Indomas telah berlangsung bertahun-tahun, dengan pokok persoalan terkait penguasaan dan pemanfaatan tanah yang diklaim sebagai tanah garapan masyarakat adat maupun warga transmigran. Warga berharap agar perusahaan dan pemerintah daerah turun langsung untuk memastikan kejelasan batas lahan, legalitas penguasaan, serta bentuk kompensasi yang adil.

Masyarakat juga berharap pemerintah provinsi dan lembaga terkait seperti ATR/BPN serta Dinas Perkebunan turut terlibat aktif dalam menyelesaikan konflik ini, agar tidak menimbulkan potensi gesekan sosial di kemudian hari.

Jurnalis : Yunus