Puluhan Sopir Angkutan Barang Keluhkan Parkir Diarea SPBU MT.Haryono, Hingga Ratusan Ribu Rupiah.

Puluhan Sopir Angkutan Barang Keluhkan Parkir Diarea SPBU MT.Haryono, Hingga Ratusan Ribu Rupiah.

Puluhan Sopir Angkutan Barang Keluhkan Parkir Diarea SPBU MT.Haryono, Hingga Ratusan Ribu Rupiah.

Sampit - Kalteng

Sejumlah sopir angkutan barang yang ngantri bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar di Stasion Pengisian Bahan bakar minyak Umum ( SPBU ) di Jalan MT.Haryono, Sampit,  mengeluh lantaran tagihan parkir yang sangat mahal dan meresahkan warga.

 

Sumber informasi yang dihimpun media ini Senin, 28 Mei 2026,  yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan, Ya memang parkir diarea SPBU Jalan MT. Haryono, sangat mahal dan banyak para sopir angkutan yang mengeluh, oleh karna kita mau mendapatkan Bio Solar dengan terpaksa ya saya bayar," katanya.

Beberapa hari yang lalu saya bayar parkir dipungut sebesar Rp = 600.000 rupiah, sama dengan kawan kawan sopir angkutan lainya,  saya berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur,dilalui Dinas Perhubungan bisa menindak tegas para oknum yang memungut biaya parkir yang melampaui batas yang dapat meresahkan warga sekitar," bebernya.

 

Sementara menurut Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Komisi III dari Partai Demokrat.Sihol Parningotan Lumban Gaol (SP Lumban Gaol, ketika dikonfirmasi media  ini melalui pesan Whatsap, beberapa hari yang lalu mengatakan,  tagihan parkir yang melampaui batas itu sangat  memberatkan masyarakat, sebetulnya hal itu tidak boleh terjadi namun pada  kenyataanya masih banyak sejumlah sopir yang pada mengeluh atas pungutan  parkir  yang  masih memberatkan sejumlah sopir,  " kata Gaol.

Tidak sampai disitu saja apabila ada sopir yang merasa keberatan atas tingginya tagihan parkir yang membuat masyarakat resah silahkansaja melaporkan kepihak yang berwajib, selain itu juga seharusnya dari pihak Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur, tidak boleh tunggal diam adanya keluhan masyarakat terhadap parkir yang sangat meresahkan warga.

Harapan saya adanya keluhkan seperti ini pihak Dinas Perhubungan  segera mengevaluasi adanya keluhan warga agar tidak menimbulkan masalah baru," kata Lumban Gaol ( Alvi )