Di Duga " Terbakar Pik up Milik Operator SPBU ( 64.743.15) KM 11 Pihak Pengawasan Pertamina Di minta Tindak Tegas

Di Duga " Terbakar Pik up Milik Operator SPBU ( 64.743.15) KM 11 Pihak Pengawasan Pertamina Di minta Tindak Tegas

Di Duga

Sampit-Kalteng, 

impormasi yang di himpun media ini,  hari sabtu  23-05-2026, warga sekitar spbu km 11, menggatakan pada media ini,  pik up yang  terbakar di depan spbu km 11,  kerap di gunakan melanggsir pada malam hari,  di luar jam kerja Spbu tersebut,  pada pukul 21:00 wib.  terkadang jam tutup spbu di km 11 lebih awal,  pada pukul 20:30 wib. sisa waktu itu lah yang di gunakan  untuk melanggsir    pertalit yang sudah di atur  di  sisa kan oleh beberapa operator  Spbu km 11,  waktu itu lah di  manfaat kan  agar tidak menjadi sorotan warga, yang melintasi Spbu tersebut ,ironis nya jika ada pengendara umum hendak menggisi pertalit di Spbu tersebut, operator menggatakan habis, pedahal kata kata itu lah yang selama ini menjadi uneg uneg warga namun akhir nya harus terbongkar berawal dari kejadian pik up milik operator spbu km 11 terbakar,  kegiatan  yang sudah di atur oleh  2  operator  penjaga noksel langsir yang kerap di lakukan langsir bisa malam hari,   bisa juga di pagi hari,   pada pukul 6:00 wit  sebelum jam Spbu di buka ucap warga yang tidak mau di sebutkan namanya.

kegiatan langgsir yang di lakukan beberapa operator   Spbu km 11,  sudah berjalan lama,  tetapi ironis nya,   pada kemana pihak pengawasan pertamina,  karna kegiatan ini bukan  baru baru ini, dan   aparat penegak hukum,  belum ada tindakan sama sekali degan ada nya praktik langsir bbm subsidi jenis pertalit. yang di lakukan beberapa operator"  bebernya"

kami meminta pihak penggawasan Pertamina, serta ( APH ) aparapat penegak hukum, agar  segera di tindak para pelaku nya,  terkait bbm subsidi, agar hukum tidak  di padang lemah oleh masyarakat,  tegak kan hukum,  jagan pandang bulu,  siapa pun pelaku nya, dan siapa yang sudah membekinggi spbu tersebut, terkait bbm subsidi milik rakyat yang kurang mampu,  di era bbm sedang susah untuk di dapat jagan main main degan bbm subsidi milik rakyat. "Pungkasnya ( Alpi )