Bu Japir vs Wawan Perkara Motor Hilang Tenaga”

Bu Japir vs Wawan Perkara Motor Hilang Tenaga”

Bu Japir vs Wawan Perkara Motor Hilang Tenaga”

Sore hari di depan rumah.

Wawan lagi ngutak-ngatik motor sambil muka serius.

Tiba-tiba Bu Japir keluar sambil bawa sapu.

Bu Japir:

“Wan, itu motor kenapa dibongkar begitu? Mau jadi pesawat?”

Wawan:

“Ini motor nggak ada tenaga, Bu!”

Bu Japir:

“Ya wajar! Kamu isi bensinnya lima ribu, mintanya lari kayak kuda balap!”

Tetangga mulai nengok.

Wawan (ngotot):

“Tapi tadi saya gas mentok, nggak nambah kencang!”

Bu Japir:

“Lah kamu bawa di gang sempit! Mau ngebut ke mana? Ke dapur orang?”

Tetangga mulai senyum-senyum.

Wawan makin serius.

Wawan:

“Kayaknya ini mesinnya lemah.”

Bu Japir:

“Bukan mesinnya yang lemah. Kamu yang berat!”

Tetangga langsung pecah ketawa.

Wawan (tersinggung tipis):

“Maksudnya apa Bu?”

Bu Japir:

“Motor itu 110 cc. Kamu 110 kilo. Seimbang sih… tapi motor nggak pernah protes.”

Semua makin ngakak.

Wawan coba bangga.

Wawan:

“Tapi kemarin bisa kencang kok!”

Bu Japir:

“Kemarin kamu dorong turun bukit!”

Wawan langsung diam.

Tiba-tiba Bu Japir lihat tangki.

Bu Japir:

“Ini bensin kosong!”

Wawan:

“Hah? Tadi kan ada!”

Bu Japir:

“Jarum bensin kamu udah lewat E, itu bukan ‘Enough’. Itu ‘Emergency’!”

Tetangga sampai geleng-geleng kepala.

Wawan akhirnya pasrah.

Wawan:

“Jadi menurut Bu Japir, motor saya kenapa?”

Bu Japir:

“Masalahnya bukan di motor. Masalahnya kamu minta motor murah rasa superbike.”

Wawan langsung berdiri.

Wawan:

“Kalau gitu saya beli motor baru aja!”

Bu Japir:

“Boleh. Uangnya dari mana?”

Wawan pelan duduk lagi.

Wawan:

“Baiklah… kita isi bensin dulu.”

Bu Japir jalan masuk sambil nyeletuk:

Bu Japir:

“Isi bensin sekalian isi kesadaran!”

Tetangga sampai bilang:

“Kalau debat sama Bu Japir, mending motornya yang ngalah!”